Sunday, April 29, 2018

Sate Jamu di Solo

Jika anda sedang pergi ke Solo atau Surakarta jangan lupa beli Sate Jamu. Bukan hanya Solo tapi juga sekitar wilayah (Karang Anyar, Wana Giri, Sragen, Klaten, Boyolali, dan Suka Harja) banysk warung sate dengan istilah "warung sate jamu". Tapi, Anda jangan sampai salah faham, lebih-lebih untuk Anda yang menganut agama Islam.


Sate Jamu Solo


Di daerah Surakarta, "sate jamu" adalah sate yang dibuat dari daging anjing. Selain jualan sate dari daging anjing, umumnya di warung itu juga menyediakan tongseng, rica-rica, dan empal daging yang tentu sjangan juga dari daging anjing.

Terkadang, sate jamu, tongseng, rica-rica dan empal dari daging anjing juga istilahkan dengan singkatan (singkatan) "menu R.W." Apa makna singkatan itu? Tidak lain adalah "Racikan Wuuuaauung!".

Selain sate jamu, menu ini juga di istilahkan dengan singkatan "R.W." itu berasal dari Basa Kawanua, "Rintek Wuuk". "Rintek Wuuk" mempunyai makna "bulu halus". Tentu sjangan, "bulu halus" itu untuk menunjukkan metafora atau penhhalusan makna dari anjing.

Karena orang Jawa itu pinter di tentang ilmu othak-athik gathuk alias Chochokology, singkatan "Rintek Wuuk" ini kemudian dialih bahasakan menjadi versi basa Jawa dadi "Racikan Wuuuaaung!". Sate Jamu dengan makna dari singkatan kasebut juga jadi pas.

Kenyataan, warung yang jualan sate jamu dan menu masakan dari daging anjing selalu rame dan laris. Jarang di antara warung yang tutup lebih dari jam dua belas malam. Biasanya, paling lambat jam sebelas malam warung sudah tutup.

Setiap tempat di sekitar Solo, warung sate jamu hampir selalu ada. Cuma di Pasar Kliwon dekat Kampung Arab saja sepertinya warung ini tidak ada atau tidak terlihat. Keadaan ini terjadi karena Kampung Arab di Pasar Kliwon ditempati oleh para warga masyarakat keturunan Arab yang mempunyai pamahaman agama Islam yang kuat.

Sepertinya, ada saja di antara oknum warga masyarakat yang beragama Islam yang mau jajan di warung. Salah satu tempat untuk pembelian anjing sebagai bahan baku dari Pacitan. Konon, keuntungan yang di dapat dari pembelian anjing sebagai bahan baku sate jamu dan masakan dari daging anjing lainya itu lumayan tinggi.

Konon tentang bisnis sate jamu ini, ada salah satu tetangga jauh dari tengkulak yang pernah membeli bahan anjing dan kemudian dikirim ke Solo. Di dasa warsa 1990, harga anjing satu kalau beli dari sekitar wilayah pegunungan di Pacitan kurang lebih Rp. 40.000. Di Solo, anjing yang di beli bisa laku dijual Rp. 60.000 hingga Rp. 75.000 setiap ekor. Memang, keuntungan yang di dapat cukup mengiurkan.

Warung sate jamu Mbah Sastro memang sangat ramai pembeli. Warungnya berada di pinggir jalan dekat Kampung Gilingan yang menuju Terminal Tirtanadi. Menurut seorang teman yang pernah makann di warung tersebut, rasa sate jamu dan rica-rica racikan Mbah Sastro memang sangat nikmat. Setelah makan, badan jadi segar dan bisa keluar keringat hangat. Jadi sate jamu ini jika diambil dengan kamera dari sudut pandang yang pas, sehingga anu ..... lalu menjadi booming.

Related Post:

0 comments:

Post a Comment